GENDING JAGAD BUANA
Gending Jagad Buana adalah sebuah nama perguruan bela diri, bersifat olah raga, yang di dalamnya terdapat teknik-teknik tatanan pembelaan diri. Termasuk pendukung tatanan tersebut, Gending Jagad Buana mempelajari kecepatan gerak, tatanan gerak liku tubuh (kuncian dan pelepasannya) dan melatih ilmu pernafasan sebagai bentuk energi guna meningkatkan rasa, karsa, kestabilan dan kekuatan tubuh.
“Gending Jagad Buana“ adalah paduan dari kata, “Gending” “Jagad“ dan “Buana” yang secara khusus memiliki makna. Adapun makna tersebut adalah Irama Penakluk / Pengendali Dunia.
ILMU BELA DIRI
Perdamaian yang aman dan sentosa adalah termasuk salah satu falsafah hidup manusia yang mana manusia itu mendapatkan rasa damai, aman sentosa, maka ia akan merasakan kebahagiaan hidupnya.
Tidak dapat dipungkiri dan dihindari bahwa jika kita menginginkan sesuatu peradamaian maka kita harus siap “tempur”. Hal tersebut dapat kita lihat dari rata – rata negara di dunia yang semuanya menginginkan “perdamaian“ tetapi mereka tetap mempunyai angkatan bersenjata, dimana didalamnya terdapat pasukan dan segala peralatan tempurnya. Kita menyadari semua hal itu, tidak terbatas hanya pada negara tetapi juga sekelompok manusia maupun individunya masing – masing membutuhkan tameng atau pelindung bagi dirinya sendiri ataupun anggota kelompoknya. Tidak hanya manusia, jika kita melihat gejala alam yang ada disekitar kita misalnya “Hewan“, masing – masing dari hewan yang ada dimuka bumi ini memiliki persenjataan atau tameng agar mereka dapat bertahan hidup dari serangan – serangan lawan alami mereka. Bila ditelaah lebih dalam maka hal tersebut mempunyai arti bahwa merekapun sesungguhnya mencintai hidupnya dan untuk menpertahankan hidupnya mereka membutuhkan suatu tameng atau perlindungan diri dari segala sesuatu yang mengancam hidupnya.
“ Tidaklah kita mencari musuh, namun musuhlah yang akan mencari kita, kapan, siapa, dimana, dan dalam keadaan bagaimanapun, suatu waktu musuh itu akan menemukan kita”
“ Jika kita mencari musuh, sesungguhnya kitalah musuh itu”
Dari kalimat bijak yang berhuruf miring diatas, maka kita akan menyadari bahwa betapa pentingnya suatu kemampuan mempertahankan diri atau dengan kata lain penguasaan terhadap ilmu bela diri guna mempertahankan serangan dari luar maupun dari dalam diri kita sendiri.
Dengan demikian Gending Jagad Buana memusatkan perhatiannya dalam mengolah dan mengemas ilmu bela diri sehingga nantinya akan tercipta keselarasan dan perdamaian hidup manusia dimuka bumi.
Di dalam proses mempelajari ilmu bela diri Gending Jagad Buana, maka akan melalui tahap demi tahap suatu tingkatan, dimana tiap – tiap tingkatan memiliki materi yang secara sistematis telah ditetapkan.
Tingkatan tersebut ditetapkan secara urut dari tingkatan pemula sampai dengan yang tertinggi menurut kesanggupan penguasaan dan pemahaman materi. Adapun sembilan tingkatan yang harus dilalui setiap murid Gending Jagad Buana. Tingkatan tersebut adalah sebagai berikut :
Gending Jagad Buana adalah sebuah nama perguruan bela diri, bersifat olah raga, yang di dalamnya terdapat teknik-teknik tatanan pembelaan diri. Termasuk pendukung tatanan tersebut, Gending Jagad Buana mempelajari kecepatan gerak, tatanan gerak liku tubuh (kuncian dan pelepasannya) dan melatih ilmu pernafasan sebagai bentuk energi guna meningkatkan rasa, karsa, kestabilan dan kekuatan tubuh.
“Gending Jagad Buana“ adalah paduan dari kata, “Gending” “Jagad“ dan “Buana” yang secara khusus memiliki makna. Adapun makna tersebut adalah Irama Penakluk / Pengendali Dunia.
ILMU BELA DIRI
Perdamaian yang aman dan sentosa adalah termasuk salah satu falsafah hidup manusia yang mana manusia itu mendapatkan rasa damai, aman sentosa, maka ia akan merasakan kebahagiaan hidupnya.
Tidak dapat dipungkiri dan dihindari bahwa jika kita menginginkan sesuatu peradamaian maka kita harus siap “tempur”. Hal tersebut dapat kita lihat dari rata – rata negara di dunia yang semuanya menginginkan “perdamaian“ tetapi mereka tetap mempunyai angkatan bersenjata, dimana didalamnya terdapat pasukan dan segala peralatan tempurnya. Kita menyadari semua hal itu, tidak terbatas hanya pada negara tetapi juga sekelompok manusia maupun individunya masing – masing membutuhkan tameng atau pelindung bagi dirinya sendiri ataupun anggota kelompoknya. Tidak hanya manusia, jika kita melihat gejala alam yang ada disekitar kita misalnya “Hewan“, masing – masing dari hewan yang ada dimuka bumi ini memiliki persenjataan atau tameng agar mereka dapat bertahan hidup dari serangan – serangan lawan alami mereka. Bila ditelaah lebih dalam maka hal tersebut mempunyai arti bahwa merekapun sesungguhnya mencintai hidupnya dan untuk menpertahankan hidupnya mereka membutuhkan suatu tameng atau perlindungan diri dari segala sesuatu yang mengancam hidupnya.
“ Tidaklah kita mencari musuh, namun musuhlah yang akan mencari kita, kapan, siapa, dimana, dan dalam keadaan bagaimanapun, suatu waktu musuh itu akan menemukan kita”
“ Jika kita mencari musuh, sesungguhnya kitalah musuh itu”
Dari kalimat bijak yang berhuruf miring diatas, maka kita akan menyadari bahwa betapa pentingnya suatu kemampuan mempertahankan diri atau dengan kata lain penguasaan terhadap ilmu bela diri guna mempertahankan serangan dari luar maupun dari dalam diri kita sendiri.
Dengan demikian Gending Jagad Buana memusatkan perhatiannya dalam mengolah dan mengemas ilmu bela diri sehingga nantinya akan tercipta keselarasan dan perdamaian hidup manusia dimuka bumi.
Di dalam proses mempelajari ilmu bela diri Gending Jagad Buana, maka akan melalui tahap demi tahap suatu tingkatan, dimana tiap – tiap tingkatan memiliki materi yang secara sistematis telah ditetapkan.
Tingkatan tersebut ditetapkan secara urut dari tingkatan pemula sampai dengan yang tertinggi menurut kesanggupan penguasaan dan pemahaman materi. Adapun sembilan tingkatan yang harus dilalui setiap murid Gending Jagad Buana. Tingkatan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tingkat Dentum lahir
2. Tingkat Baur Diri
3. Tingkat Baur Alam
4. Tingkat Gending I
4.1. Tingkat Gending I Landas
5. Tingkat Gending II
6. Tingkat Gending III
7. Tingkat Semesta I
8. Tingkat Semesta II
9. Tingkat Slered
Tiap-tiap tingkatan (1 sampai dengan 3) akan menjalani latihan selama lebih kurang 4 (empat) sampai dengan 6 (enam) bulan. Tingkatan selanjutnya (4 sampai dengan 9) ditentukan dan disesuaikan dengan kesanggupan, penguasaan serta pemahaman materi yang didapat pada tiap tingkatan yang disandang. Selain itu juga termasuk nilai pengabdian pada perguruan dan penerapan apa yang telah didapat oleh setiap murid Gending Jagad Buana pada lingkup kehidupan sekitarnya (keluarga, pergaulan, sekolah) diluar dirinya.
AJARAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN
Alam semesta dengan segala kerelatifannya serta berbagai hukum sebab akibat adalah titik tolak ajaran ilmu dan pengetahuan di perguruan Institut Seni Bela Diri Gending Jagad Buana. Penyatuan alam demi sesempurna manusia seutuhnya akan melalui beberapa tahap, diantaranya upaya pengenalan, pemahaman dan lain sebagainya hingga sampai taraf penyatuan.
Untuk mengenal, memahami dan menyatukan pada alam, maka terlebih dahulu kita akan belajar mengenal, memahami dan menyatu terhadap diri sendiri, dikarenakan “diri“ termasuk bagian dari alam, bahkan “diri” adalah titik tolak dari berputarnya alam semesta. Manusia dengan segenap tata cara dan rahasia kehidupannya akan dijadikan awal titik cari ajaran Gending Jagad Buana. Pendidikan dan latihan adalah suatu tindak dari ajaran-ajaran yang ada di perguruan Institut Seni Bela Diri Gending Jagad Buana untuk menuju kearah manusia sejati.
Pendidikan dan latihan akan membutuhkan rutinitas yang akan menempati dan melewati ruang dan waktu, dalam kurun waktu tersebut tiap murid Gending Jagad Buana akan di didik dan dilatih, diantaranya mengenal diri sendiri (segenap peralatan tubuhnya), manusia dan kemanusiaannya (segenap peralatan rohaniah), juga dilatih untuk mencintai diri, mencintai manusia lain diluar dirinya dan juga mencintai mahluk, juga segala ciptaan-Nya.
Bela diri sangatlah besar pengaruhnya dalam menentukan watak seseorang. Hal tersebut dikarenakan adanya suatu pencapaian dan pemenuhan suatu sikap dan watak yang harus dimiliki sebagai landasan diri, diantaranya :
1. Mental
2. Berani
3. Disiplin
4. Fisik
5. Stamina
6. Falsafah/ Filosofi.
1. Mental
“ Kemampuan fisik dan phsikis yang terkondisi dalam menghadapi berbagai keadaan dan situasi “. Mental seorang Gending Jagad Buana haruslah menjadi kuat demi menunjang segala apa yang akan dilaksanakan dalam hidupnya, hingga ia akan sanggup dan mampu menghadapi berbagai keadaan dan situasi yang bagai manapun dengan kondisi tetap prima lahir dan bathin.
2. Berani
”Berani“ bukanlah nekat. Tindakan berani dengan sepenuh hati akan menimbulkan “ emotional quality “ yang akan mendorong keberhasilan tindakan. Emosi disini bukanlah amarah, berbeda dengan marah, tetapi kepastian dan kecocokan dalam memenuhi dorongan – dorongan untuk melaksanakan suatu yang harus dilaksanakan demi keberhasilan. Berani dalam memutuskan dan mengambil suatu tindakan yang benar.
3. Disiplin
Disiplin adalah suatu tanggung jawab terhadap keteraturan diri, hingga jauh dari merugikan diri maupun diluar diri (orang lain). Kedisiplinan akan melahirkan sportivitas dan kedewasaan, karena manusia dewasa mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan hingga ia akan memimpin dirinya sendiri dan orang lain sebagai mana adanya.
4. Fisik
Suatu pemberdayaan energi yang ada di dalam diri menjadi suatu kualitas ( tubuh yang kuat ) demi menunjang pemantapan diri.
5. Stamina
Kemampuan dan kekuatan fisik yang bertahan lama, berguna untuk menjadikan sesuatu tidak setengah – setengah, tidak mudah menyerah untuk terus berusaha dalam segala hal karena tidak tergoyahkan fisik dan jiwanya.
6. Falsafah / Filosofi
Falsafah ataupun filosofi adalah upaya di dalam diri manusia, sebagai media keseimbangan antara jiwa dan raga. Disini murid Gending Jagad Buana akan menuntut pada suatu ajaran seperti etika, estetika, keikhlasan dan lain –lain yang akan menerawangi hati nurani atau suara kebenaran “budi pekerti”.
JATI DIRI
Sangatlah penting bagi kesadaran manusia, karena dengan mendapatkan jati diri bagi seorang individu akan menentukan perilaku dan jalan hidupnya. Dengan mempelajari ilmu bela diri Gending Jagad Buana, maka seorang murid akan mengenali dan menemukan jati diri masing-masing secara perlahan, hal demikian akan meningkatkan rasa kepercayaan pada dirinya, sehingga mereka akan berperilaku positif dan selaras dengan kata nuraninya. Secara otomatis seorang siswa Gending Jagad Buana tidak akan mencari – cari jati dirinya secara tidak menentu (dalam segala hal dan perbuatan yang negatif), tetapi mereka menyisihkan perbuatan (segala hal yang positif) yang akan dilakukan.
Jati diri disini tidak diterangkan secara rinci, hanya diterapkan didalam perguruan. Secara ringkas jati diri itu adalah :
“suatu pengakuan bagi pribadi seorang individu dari segala perbuatan dan pikirannya jika ia mendapatkan maka ia akan merasakan kepuasan batin dan kebahagiaan lahiriyahnya.”
MATERI
Pada siswa sekolah diberikan materi diantaranya :
-Mental Spiritual
1. Ketabahan dalam kedisiplinan, terkandung dalam proses kontinuitas latihan
2. Kebijaksanaan dalam berfikir (logika) umumnya, pada gerakan khususnya.
3. Dapat membedakan, membandingkan dan memutuskan sikap dan perbuatan dalam pembentukan watak.
-Materi Fisik
Dilatih dan dibimbing pada pola :
1. Kelenturan tubuh
2. Kekuatan dan kecepatan ( menghasilkan power )
3. Ketepatan dan kelincahan ( keseimbangan)
4. Tatanan tehnik – tehnik gerakan bela diri dengan membasic pada point 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga)
-Materi Kegiatan
Setiap siswa diwajibkan mengikuti kegiatan :
1. Latihan gabung, diadakan 1 (satu) – 2 (dua) bulan sekali.
2. Latihan dan ujian alam, diadakan 1 (satu) tahun sekali
3. Pertandingan.
Hingga tiap siswa dapat menguasai materi diatas maka diwajibkan mengikuti ujian kenaikan tingkat yang lebih tinggi pada tingkatan selanjutnya, materi yang hanya berbentuk tatanan tehnik yang lebih rumit.
JADWAL LATIHAN
Latihan diadakan 1 (satu) kali dalam seminggu atau jika dianggap perlu latihan dapat diadakan sebanyaknya 2 (dua) kali dalam seminggu. Untuk waktu dan tempat berlatih disesuaikan dengan jadwal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar